Rabu, 20 Juni 2012

Topologi Jaringan

 
Topologi jaringan adalah, hal yang menjelaskan hubungan geometris antara unsur-unsur dasar penyusun jaringan, yaitu node, link, dan station. 

 Beberapa Macam Topologi Jaringan beserta fungsi , kekurangan dan kelebihannya :
1.            Topologi Bus
         Topologi ini adalah topologi yang awal di gunakan untuk menghubungkan komputer.
 Dalam topologi ini masing masing komputer akan terhubung ke satu kabel panjang dengan beberapa terminal, dan pada akhir dari kable harus di akhiri dengan satu terminator. Topologi ini sudah sangat jarang digunakan didalam membangun jaringan komputer biasa karena memiliki beberapa kekurangan diantaranya kemungkinan terjadi nya tabrakan aliran data, jika salah satu perangkat putus atau terjadi kerusakan pada satu bagian komputer maka jaringan langsung tidak akan berfungsi sebelum kerusakan tersebut di atasi. Topologi ini awalnya menggunakan kable Coaxial sebagai media pengantar data dan informasi. Tapi pada saat ini topologi ini di dalam membangun jaringan komputer dengan menggunakan kabal serat optik ( fiber optic) akan tetapi digabungkan dengan topologi jaringan yang lain untuk memaksimalkan performanya. 
     
Karakteristik Topologi BUS:
1.            Node – node dihubungkan secara serial sepanjang kabel, dan pada kedua ujung kabel ditutup dengan terminator.
2.            Sangat sederhana dalam instalasi.
3.            Sangat ekonomis dalam biaya.
4.            Paket-paket data saling bersimpangan pada suatu kabel.
5.            Tidak diperlukan hub, yang banyak diperlukanadalah Tconnector pada setiap ethernet card.
6.            Problem yang sering terjadi adalah jika salah satu node rusak, maka jaringan keseluruhan dapat down, sehingga seluruh node tidak bisa berkomunikasi dalam jaringan tersebut.
        Keuntungan Topologi BUS :
1.            Topologi yang sederhana.
2.            Kabel yang digunakan sedikit untuk menghubungkan komputer-komputer atau peralatan-peralatan yang lain.
3.            Biayanya lebih murah dibandingkan dengan susunan pengkabelan yang lain.
4.            Cukup mudah apabila kita ingin memperluas jaringan pada topologi bus.
        Kekurangan Topologi BUS :
1.            Traffic (lalu lintas) yang padat akan sangat memperlambat bus.
2.            Setiap barrel connector yang digunakan sebagai penghubung memperlemah sinyal elektrik yang dikirimkan, dan kebanyakan akan menghalangi sinyal untuk dapat diterima dengan benar.
3.            Sangat sulit untuk melakukan troubleshoot pada bus.
4.            Lebih lambat dibandingkan dengan topologi yang lain.
  2. Topologi Star
       Topologi bintang atau yang lebih sering disebut dengan topologi star. Contoh alat yang di pakai disini adalah hub, switch, dll.
       
Karakteristik Topologi Star :
1.             Setiap node berkomunikasi langsung dengan konsentrator (HUB).
2.            Bila setiap paket data yang masuk ke consentrator (HUB) kemudian di broadcast keseluruh node yang terhubung sangat banyak (misalnya memakai hub 32 port), maka kinerja jaringan akan semakin turun.
3.            Sangat mudah dikembangka.
4.            Jika salah satu ethernet card rusak, atau salah satu kabel pada terminal putus, maka keseluruhhan jaringan masih tetap bisa berkomunikasi atau tidak terjadi down pada jaringan keseluruhan tersebut.
5.            Tipe kabel yang digunakan biasanya jenis UTP.
          Keuntungan Topologi Star :
1.             Cukup mudah untuk mengubah dan menambah komputer ke dalam jaringan yang menggunakan topologi star tanpa mengganggu aktvitas jaringan yang sedang berlangsung.
2.            Apabila satu komputer yang mengalami kerusakan dalam jaringan maka komputer tersebut tidak akan membuat mati seluruh jaringan star.
3.            Kita dapat menggunakan beberapa tipe kabel di dalam jaringan yang sama dengan hub yang dapat mengakomodasi tipe kabel yang berbeda.
         Kekurangan Topologi Star :
1.            Memiliki satu titik kesalahan, terletak pada hub.Jika hub pusat mengalami kegagalan, maka seluruh jaringan akan gagal untuk beroperasi.
2.            Membutuhkan lebih banyak kabel karena semua kabel jaringan harus ditarik ke satu central point, jadi lebih banyak membutuhkan lebih banyak kabel daripada topologi jaringan yang lain.
3.            Jumlah terminal terbatas, tergantung dari port yang ada pada hub.
4.            Lalulintas data yang padat dapat menyebabkan jaringan bekerja lebih lambat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar